Dunia Ini

“Sesungguhnya perumpamaan Dunia itu ibarat semut dimasukkan ke dalam gelas yang kosong, sedangkan semut itu senantiasa bersabar menunggu rizkinya dari pemilik gelas. Akan tetapi kesabaran itu tidak sanggup ia tahan, hingga ia meminta pemilik gelas untuk memberinya nikmat yang sangat banyak, supaya semut itu menjadi golongan yang bersyukur. Hingga suatu hari pemilik gelas memberinya gula yang banyak, sampai-sampai semut itu merasa senang. Sang Semut lalu berputar-putar di dalam gelas karena ia merasa sudah mendapat rizki yang banyak dan merasa umurnya akan panjang, namun pemilik gelas ingin mengeluarkannya dari gelas itu, tapi semutnya tak mau, ia merasa sombong bahkan ia menjadi seorang yang sangat ingkar. Di akhirnya, pemilik gelas memasukkan air panas ke dalam gelas, larutlah gulanya, sang semut matilah ia, bahkan semut itu termasuk golongan yang sangat merugi.”

Ditulis oleh Alhas K. Ridhwan Malin Mudo

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *