Kumpulan Hadits Tentang Qur’an

1. Sebaik-baik Insan ialah yang mempelajari Al-Qur’ân dan mengajarkannya.
Dari Utsmân ibn ‘Affân Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : Sebaik-baik golongan kamu ialah siapa yang mempelajari Al-Qur’ân dan mengajarkannya. [HR. Bukhâri dan Muslim di dalam buku Shahih mereka].


2. Mempelajari 10 ayat dari Al-Qur’ân lebih baik dari berdagang.
Dari ‘Uqbah ibn ‘Âmir Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapakah di antara kalian semua yang mau berangkat ke Buth-hân (suatu tempat di Madinah) atau berangkat ke ‘Aqîq (suatu lembah di pinggiran Madinah), lalu ia pulang dari sana dengan membawa dua ekor onta kawmâwaini (yang tinggi punduknya) tanpa dosa dan tanpa memutuskan tali silatur rahmi? Maka kami berkata : “Masing-masing kami menyukai hal itu yâ Rasûl,” kemudian Rasûl bersabda : Tidakkah kalian mau berangkat ke masjid lalu belajar, atau membaca 2 ayat dari Kitâbullâh ‘Azza wa Jalla, maka hal yang demikian itu lebih baik bagi kalian dari pada mendapat 2 ekor onta. 3 ayat lebih baik dari 3 ekor onta. 4 ayat lebih baik dari 4 ekor onta, dan dengan bilangan itu seterusnya. [HR. Muslim di dalam buku Shahih-nya]


3. Qâri’ Al-Qur’ân (yang membacanya) seakan bersatu dengan derajat kenabian.
Dari ‘Abdullah ibn ‘Amar Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang telah membaca Al-Qur’ân maka ia telah menyatu dengan derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya. Tidak selayaknya bagi mereka yang membaca Al-Qur’ân untuk marah seperti orang-orang lain marah dan tidak selayaknya pula bagi mereka yang membaca Al-Qur’ân untuk berbuat jahil seperti orang-orang lain berbuat jahil, padahal bibirnya telah membaca Kalâm Allah. [HR. Hakim di dalam buku Mustadrak-nya]


4. Balasan bagi yang mahir dengan Al-Qur’ân dan yang kesulitan membacanya.
Dari ‘Âisyah Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Yang membaca Al-Qur’ân sedangkan ia mahir dengannya maka ia berserta As-Safaratul Kirâmul Bararah (Malaikat yang melakukan perjalan di langit, lagi mulia serta luhur budi mereka). Dan yang membaca Al-Qur’ân tapi ia mengalami kesulitan, baginya 2 pahala. [HR. Tirmidzî di dalam buku Sunan-nya]

5. Siapakah mereka Ahlu Allah Ta’âla?
Dari Anas Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya Allah Ta’âla memiliki ahlu (orang-orang terdekat) dari golongan manusia, para sahabat berkata : “Siapakah mereka itu yâ Rasulallâh?” Rasul bersabda: Ahlul Qur’an (mereka yang senantiasa membaca dan mengamalkannya) mereka itulah ahlu Allah Ta’âla. [HR. Nasâ’i, Ibnu Mâjah dan Al-Hâkim dengan sanad yang shahih]


6. Siapakah yang dicintai oleh Allah Ta’âla?
Dari ‘Abdullah ibn Mas’ûd Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang ingin agar ia dicintai oleh Allah Ta’âla dan Rasul-Nya, maka lihatlah, apabila ia mencintai Al-Qur’ân berarti ia mencintai Allah Ta’âla dan Rasul-Nya. [HR. Thabrâni dengan rijâl-nya tsiqât]


7. Apa yang lebih baik dari shalat 100 raka’at? atau dari shalat 1.000 raka’at?
Dari Abu Dzar Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: Wahai Abu Dzar, engkau berangkat di waktu pagi kemudian belajar 1 ayat dari Kitâbullâh lebih baik bagimu dari pada melaksanakan shalat 100 raka’at. Dan engkau berangkat di waktu pagi kemudian mengajarkan satu bab ilmu, baik ilmu itu dikerjakan orang atau tidak, maka perihal yang demikian lebih baik dari pada melaksanakan shalat 1.000 raka’at. [HR. Ibnu Mâjah di dalam buku Sunan-nya dengan sanad yang hasan]


8. Siapakah yang terbaik bacaannya terhadap Al-Qur’ân?
Dari Ibnu ‘Umar Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai siapa yang paling bagus suaranya di saat membaca Al-Qur’ân, maka beliau bersabda : Siapa yang apabila kamu mendengar bacaan Al-Qur’ân-nya, kamu melihat ia takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. [HR. Bazzâr dengan rijâl-nya tsiqât]


9. Orang yang membaca Al-Qur’ân di hari qiyâmah.
Dari ‘Abdullah ibn ‘Amar ibn Al-‘Âsh Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Dikatakan kepada shâhibul qur’ân (mereka yang senantiasa mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’ân), bacalah serta naiklah ke derajat yang tinggi, kemudian bacalah dengan bacaan yang bagus sebagaimana dahulu kamu pernah melakukannya di dunia. Sesungguhnya derajatmu ialah pada akhir ayat yang kamu baca. [HR. Ibnu Hibbân di dalam buku Shahih-nya]


10. Satu huruf dari Al-Qur’ân sama dengan satu kebaikan dan satu kebaikan dibalas dengan 10 pahala.
Dari ‘Abdullah ibn Mas’ûd Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang membaca satu huruf dari Kitâbullâh maka baginya satu kebaikan, sedang satu kebaikan itu dibalas dengan 10 pahala. Aku tidak berkata alif lâm mîm adalah satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lâm satu huruf dan mîm satu huruf. [HR. Tirmidzî di dalam buku Sunan-nya]

11. Orang yang membaca Al-Qur’ân tidak akan dikembalikan oleh Allah Ta’âla pada usia tua renta.
Dari ‘Abdullah ibn ‘Abbâs Ra. ia berkata : “Siapa yang membaca Al-Qur’ân, maka ia tidak akan dikembalikan oleh Allah Ta’âla pada usia tua renta, itu karena firman-Nya : Kemudian Kami kembalikan ia (manusia) ke tempat yang terendah, kecuali orang-orang yang beriman…,[QS. At-Tîn (95): 5-6] Ibnu ‘Abbâs melanjutkan : “yaitu mereka yang membaca Al-Qur’ân.” [Diriwayatkan oleh Al-Hâkim di dalam buku Mustadrak-nya]


12. Siapa yang menghafal Al-Qur’ân dan mengamalkan hukum-hukumnya kelak memberi syafa’at di hari qiyâmah.
Dari ‘Ali ibn Abî Thâlib Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang membaca Al-Qur’ân, lalu ia mengamalkannya, menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya maka Allah Ta’âla akan memasukkannya ke dalam surga dan memberikannya kesempatan untuk mensyafa’ati 10 orang dari keluarganya yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’âla untuk memasuki neraka. [HR. Tirmidzî dan Ibnu Mâjah di dalam buku Sunan mereka]


13. Kemuliaan bagi siapa yang senang mempelajari Al-Qur’ân dan kebahagiaan untuk mereka.
Dari ‘Abdullah ibn ‘Umar Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak boleh dengki selain kepada 2 orang : Laki-laki yang diberi oleh Allah Ta’âla Kitâb ini (Al-Qur’ân), kemudian ia mengamalkannya siang dan malam. Dan laki-laki yang diberi oleh Allah Ta’âla kekayaan, lalu ia bersedekah dengannya siang dan malam. [HR. Bukhâri dan Muslim di dalam buku Shahih mereka]
Yang dimaksud dengan dengki di dalam hadits tersebut ialah dengki dengan tujuan agar kelak memperoleh hal yang seperti itu pula, bukan dengki agar nikmat itu hilang dari pemiliknya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *