Sistematis Bahasa Semut

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, jangan sampai kamu diinjak-injak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

-Sura An-Naml, Ayah 18

Di antara keindahan Bahasa Semut di dalam ayat ini saat memimpin teladannya adalah sistematis berpikirnya. Coba Anda bayangkan semut berpikir sistematis dalam mengomandoi pasukan! Mari kita check :

1. Memanggil
Si Ratu Semut mamanggil pasukannya dengan panggilan “Wahai”

2. Memperingatkan
Si Ratu semut memperingatkan situasi dan kondisi kepada “Semut-semut”

3. Menyuruh
Si Ratu menyuruh pasukan masuk ke dalam markas dengan kalimat “Masuklah ke dalam sarang-sarangmu”

4. Melarang
Si Ratu semut melarang mereka agar tak terinjak-injak kaprah oleh Sulaiman dengan kalimat : “Jangan sampai kamu diinjak-injak”

5. Mempertegas
Di dalam kalimat jangan sampai kamu diinjak-injak, Si Ratu menggunakan nun Taukid.

6. Mengkhususkan
Si Ratu mengkhususkan “Sulaiman”

7. Mengumumkan
Si Ratu membuat umum kalimat “dan Pasukannya”

8. Memaklumkan
Kata si Ratu : “mereka tidak menyadarinya.”

9. Meniadakan
“Tidak menyadarinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *